Rabu, 02 Juni 2010

Republik Indonesia

Republik Indonesia
Republik Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

‘Dinamit’ Muda

‘Dinamit’ Muda
Penampilan Nicklas Bendtner boleh jadi belum maksimal, tapi stiker berpostur 193 cm ini siap meledakan Afrika Selatan nanti bersama timnas Denmark.
Kurang maksimalnya penampilan pemuda kelahiran Copenhagen 22 tahun yang lalu ini akibat kecelakaan mobil yang dialaminya beberapa waktu yang lalu. Pemain asal klub Arsenal itu mengalami sedikit gangguan dibagian pangkal pahanya.
Sejak itu Bendtner yang lebih suka beroperasi di sisi kanan, ketimbang kapasitasnya sebagai penyerang. Tapi produktifitas golnya mulai naik ketika ia kembali dipasang sebagai penyerang.
“Ketika kembali bermain di depan , saya mulai menemukan keseimbangan.” Kata Bendtner kepada Daily Mail.
“Akibat kecelakaan mobil saya juga mengalami masalah di pangkal paha. Saya tak sepenuhnya bias menjalankan tugas. Tapi, bila badan sudah enak saya berharap bias bermain sesuai harapan. “ucap pemain berusia 22 tahun itu.

La Furia Roja

La Furia Roja
Di Euro, Spanyol boleh Berjaya. Dua tahun silam di Swiss-Austria La Furia Roja tampil sempurna dan meraih juara. Itu kali kedua Spanyol jadi Raja Eropa setelah tahun 1964.
Di Piala Dunia Tim Matador sudah melewatkan 12 edisi Piala Dunia sejak 1934-2006 tapi Spanyol belum pernah sekali pun meraih trofi Piala Dunia. Raihan tertinggi hanya menempati peringkat keempat pada Piala Dunia 1950.
Empat tahun silam di Jerman hanya mampu melangkah sampai babak 16 besar. Kini Iker Casilas cs difavoritkan bias berbicara banyak di Afsel. Itu lantaran panampilan mereka yang konsisten sejak Euro 2008.

Cannavaro Pensiun Dari Timnas Italia

Cannavaro Pensiun Dari Timnas Italia
Kapten timnas Italia Fabio Cannavaro berniat pensiun dari timnas Italia seusai Piala Dunia 2010 di Afrika selatan nanti. Pemain belakang berusia 36 itu kini mengoleksi caps terbanyak di kubu Gli Azzuri dengan rekor sebanyak 132 kali penampilan melewati seniornya Paolo Maldini dengan caps sebanyak 131 pertandingan. JUmlah penampilan Cannavaro dipastikan akan bertambah ketika ia menjalani pertandingan pada Piala Dunia 2010 di Afsel.
Selain itu isu kepindahan Cannavaro dari klub seri A Italia Juventus ke klub papan atas Uni Emirat Arab makin santer rerdengar. Kontraknya bersama Juventus telah habis dan tak diperpanjang, bersama The Red Knights, ia akan digaji 1 juta euro semusim dengan tambahan berbagai macam bonus, total hamper 5 juta euro akan mampir ke kantongnya semusim. Ia rencananya akan memperkuat klub tersebut selama dua musim.

Dukung Casilas

Dukung Casilas
Penampilan kurang memuaskan Iker Casilas saat timnas Spanyol beruji coba malawan Arab Saudi membuka dua kipper lainya untuk menjadi starter di Piala Dunia nanti.Romor yang berkembang, pelatih timnas Spanyol Vicente del Bosque mulai mempertimbangkan membangkucadangkan Casilas di Afrika Selatan nanti. Victor Valdes yang berpeluang besar menggantikan Casilas.
Isu itu tak titanggapi Valdes, ia malah balik mendukung Casilas, Valdes percaya Casilas masih menjadi pilihan utama untuk menjaga gawang Spanyol. Rekor-rekor fantastis yang diciptakan Casilas tidak bias dilupakan begitu saja lewat penampilan minor di laga uji coba.
“Casilas sudah membukukan rekor fantastis bersama timnas Spanyol, Saya tak mengerti kenapa masih saja ada orang yang meragukan kemampuanya” kata Valdes.
Ia menambahkan sudah menjadi kehormatan bias bersaing dengan Casilas dan Jose Reina di timnas Spanyol, Valdes juga menegaskan tak ada permusuhan antara dirinya dengan Jose Reina.

Demi Keamanan Arca Dipindahkan

Demi Keamanan Arca Dipindahkan

Empah buah Arca Jengglong merupakan salah satu cagar buda yang dimiliki Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya. Arca berdiameter 40 cm dengan tinggi 20 cm itu masih terjaga dengan baik.
Arca jenggolong yang mirip dengan alat musik gamelan khas Jawa Barat, awalnya berada di Kampung Cinangneng, Desa Cinangneng. Namun karena alas an keamanan, 18 tahun yang lalu arca tersebut dipindahkan kedepan kantor desa.
Menurut Forum Komunikasi Masyarakat Bogor Barat (FKMB), dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengkaji apakah benar benda tersebut mengandung sejarah. JIka iya, sudah selayaknya pemerintah mengamankan asset tersebut agar tidak hilang dan dirusak pihak-pihak takbertanggung jawab.

Hasilkan 24 Penalti Dalam Satu Laga

Hasilkan 24 Penalti Dalam Satu Laga


Tahukah anda, pantai Gading hingga kini masih memegang rekor eksekusi pinalti terbanyak dalam satu pertandingan. Hebatnya itu terjadi dua kali. Pertama saat mengalahkan Ghana 11-10 di final Piala Afrika tahun 1992. Saat itu terjadi 24 kali tendangan pinalti dari kedua Negara. Kedua saat menyingkirkan Kamerun diperempat final Piala Afrika 2006 dengan skor 12-11 waktu itu juga terjadi 24 kali tendangan pinalti.

KOMPLET, AMBISIUS, PETARUNG SEJATI

KOMPLET, AMBISIUS, PETARUNG SEJATI

Bagi masyarakat Pantai Gading, kapasitas Didier Drogba tentu sudah tidak diragukan lagi. Drogba bukan hanya stiker yang diandalkan untuk menjebol gawang lawan, lebih dari itu Drogba sudah menjadi symbol sepak bola Pantai Gading. Maka tak heran pria berusia 32 tahun itu sangat diandalkan oleh negaranya pada Piala Dunia 2010 ini.
Drogba merupakan tipikal stiker yang ambisius dan petarung sejati dya mampu mencetak gol melalui kaki dan kepalanya. Boleh dibilang Drogba stiker yang komplet, tendangan bebasnya sangat berbahaya, itu terbukti ketika Pantai Gading bermain imbang 2-2 melawan Paraguai saat uji coba.
Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Drogba nyaris membawa negaranya lolos ke babak 16 besar. Sayang di penyisihan group Pantai Gading hanya mampu finis di posisi tiga dibawah Argentina da Belanda.
Di Piala Dunia kali ini Drogba tidak ingin kegagalan pada 2006 kembali terulang. Memang kali ini lagi-lagi Pantai Gading tergabung dalam group berat bersama Brasil, Portugal danKorea Utara. Namun kali ini mereka akan bermain tidak jauh dari tempat asal mereka di benua Afrika.

Olah Raga Futsal Akan Dipertandingkan di SEA Games 2011

Olah Raga Futsal Akan Dipertandingkan di SEA Games 2011

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendapatkan persetujuan dari Negara-negara di Asia Tenggara untuk memasukan olah raga futsal di SEA Games 2011. Futsal masuk masuk dalam usulan tambahan setelah sebelumnya hanya 35 cabang yang diprioritaskan. “Kami tahu peluang futsal untuk mendapatkan medali sangat besar.” Kata ketua umum KOI, Rita Subowo, usai SEA Games Council Meeting.

Selasa, 01 Juni 2010

Jabulani, Bola Piala Dunia 2010

Jabulani, Bola Piala Dunia 2010

Jabulanani yang dalam bahasa Afrika yang artinya “merayakan “ merupakan bola resmi piala dunia 2010. Ini bola generasi terakhir produk Adidas yang kerap memproduksi untuk ajang Pala Dunia dalam 40 tahun terakhir atau bola resmi Piala Dunia.
Berikut jenis-jenis bola yang pernah diciptakan Adidas untuk Piala Dunia sebelumnya :
• 1970 Telstar, Meksiko
Bola yang digunakan dari kulit, 32 bagian dijadikan satu, dijahit dengan menggunakan tangan. Dirancang untuk TV hitam-putih
• 1978 Tango, Meksiko
Model klasik dengan pola segitiga. Bola ini juga digunakan di Spanyol pada tahun 1982.
• 1986 Azteca, Meksiko
Bola pertama dengan bahan sintetis, untuk menyempurnakan ketahanan dan meminimalisir efek air dilapangan
• 1990 Etrusco, Italia
Bola tahan air yang memiliki respon yang tinggi
• 1994 Questra, AS
Bola ini menambah tenaga, lembut dan lebih cepat
• 1998 Tricolore, Prancis
Dari sintetis, menambah kekuatan dan stabil
• 2002 Fevernova, Korea/jepang
Bola yang lebih mudah ditebak efeknya dengan keseimbangan yang tinggi
• 2006 Teamgeist, Jerman
Cirinya memiliki 14 panel, memudahkan pemain mengontrol bola
• 2010 Jabulani, Afrika selatan
Memudahkan pemain dengan efek pantulan yang baik. Dilapisi bahan Thermoplastic Polyurethanes sebuah plastic kelas tertentu yang elastis dan transparan.

Rabu, 26 Mei 2010

JURNAL ILMIAH TENTANG GCG DAN KINERJA

JURNAL ILMIAH TENTANG GCG DAN KINERJA
Saya mengambil jurnal ilmiah ini adalah untuk melengkapi tugas kuliah tentang GCG,yaitu apakah GCG berhasil diterapkan di Indonesia?
ABSTRACT

Dalam rangka economy recovery, pemerintah Indonesia dan International Monetary Fund (IMF) memperkenalkan dan mengintroduksir konsep good corporate governance (GCG) sebagai tata cara kelola perusahaan yang sehat (Sulistyanto & Lidyah, 2002). Konsep ini diharapkan dapat melindungi pemegang saham (stockholders) dan kreditur agar dapat memperoleh kembali investasinya. Penelitian yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) menyimpulkan penyebab krisis ekonomi di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, adalah (1) mekanisme pengawasan dewan komisaris (board of director) dan komite audit (audit committee) suatu perusahaan tidak berfungsi dengan efektif dalam melindungi kepentingan pemegang saham dan (2) pengelolaan perusahaan yang belum profesional. Sehingga penerapan konsep GCG di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan pemegang saham tanpa mengabaikan kepentingan stakeholders.

Pendahuluan
Good corporate governance secara definitif merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder. Ada dua hal yang ditekankan dalam konsep ini, pertama, pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar (akurat) dan tepat pada waktunya dan, kedua, kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat, tepat waktu, dan transparans terhadap semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan, dan stakeholder (YPPMI & SC, 2002). Atau secara singkat, ada empat komponen utama yang diperlukan dalam konsep GCG ini, yaitu fairness, transparancy, accountability, dan responsibility. Keempat komponen tersebut penting karena penerapan prinsip GCG secara konsisten terbukti dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan (Beasly et al., 1996). Chtourou et al. (2001) juga mencatat prinsip GCG yang diterapkan dengan konsisten dapat menjadi penghambat (constrain) aktivitas rekayasa kinerja yang mengakibatkan laporan keuangan tidak menggambarkan nilai fundamental perusahaan.

Rekayasa kinerja yang dikenal dengan istilah earnings management ini sejalan dengan teori agensi (agency theory) yang menekankan pentingnya pemilik perusahaan (principles) menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada profesional (agents) yang lebih mengerti dan memahami cara untuk menjalankan suatu usaha (YPPMI & SC, 2002). Namun pemisahaan ini mempunyai sisi negatif, keleluasaan manajemen untuk memaksimalkan laba akan mengarah pada proses memaksimalkan kepentingan manajemen sendiri dengan biaya yang harus ditanggung pemilik perusahaan. Kondisi ini terjadi karena asimetri informasi (information asymmetry) antara manajemen dan pihak lain yang tidak mempunyai sumber dan akses yang memadai untuk memperoleh informasi yang digunakan untuk memonitor tindakan manajemen (Richardson, 1998; DuCharme et al., 2000). Rekayasa ini merupakan upaya manajemen untuk mengubah laporan keuangan dengan tujuan untuk menyesatkan pemegang saham yang ingin mengetahui kinerja ekonomi perusahaan atau untuk mempengaruhi hasil kontraktual yang mengandalkan angka-angka akuntansi yang dilaporkannya (Healy & Wahlen, 1998; DuCharme et al., 2000). Sehingga secara prinsipil manipulasi ini tidak sejalan dengan semangat GCG.

Indonesia mulai menerapkan prinsip GCG sejak menandatangani letter of intent (LOI) dengan IMF, yang salah satu bagian pentingnya adalah pencatuman jadwal perbaikan pengelolaan perusahaan-perusahaan di Indonesia (YPPMI & SC, 2002). Sejalan dengan hal tersebut, Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance (KNKCG) berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk menerapkan standar GCG yang telah diterapkan di tingkat internasional. Namun, walau menyadari pentingnya GCG, banyak pihak yang melaporkan masih rendahnya perusahaan yang menerapkan prinsip tersebut. Masih banyak perusahaan menerapkan prinsip GCG karena dorongan regulasi dan menghindari sanksi yang ada dibandingkan yang menganggap prinsip tersebut sebagai bagian dari kultur perusahaan. Selain itu, kewajiban penerapan prinsip GCG seharusnya mempunyai pengaruh yang positif terhadap kualitas laporan keuangan yang dipublikasikan. Maka atas dasar uraian tersebut dan sejalan dengan penelitian Chtourou et al. (2001), penelitian ini ingin menguji apakah penerapan prinsip GCG mempunyai pengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan yang diukur dari keberhasilan ditekannya upaya rekayasa yang dilakukan manajemen.

Metode Penelitian

1. Sampel dan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan (annual report) tahun 1995-2000 perusahaan yang listed di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah multiple purposive sampling, dengan kriteria: § Perusahaan yang masuk dalam daftar Corporate Governance Perception Index (CGPI), yaitu daftar yang dibuat oleh The Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG). Pemilihan sampel penelitian dari daftar ini karena perusahaan-perusahaan ini mempunyai pemahaman yang baik dan telah melaksanakan prinsip-prinsip GCG. § Perusahaan non-lembaga keuangan, dengan tujuan untuk mengantisipasi kemungkinan pengaruh regulasi tertentu yang dapat mempengaruhi variabel penelitian.
TABEL 1
Sampel Penelitian

Identifikasi Perusahaan Jumlah
Perusahaan yang masuk dalam daftar CGPI 52
Perusahaan lembaga keuangan (9)
Data laporan keuangan tidak lengkap (19)
Jumlah Sampel 24
Sumber: data sekunder diolah, 2002.

2. Definisi dan Pengukuran Variabel
Penelitian ini menggunakan discretionary accruals sebagai proksi rekayasa keuangan yang dilakukan manajemen. Discretionary accruals merupakan selisih antara total accruals dan nondiscretionary accruals. Sedangkan total accruals merupakan selisih antara net income dan cash flow from operations. Total akrual dipecah menjadi komponen discretionary accruals dan nondiscretionary accruals dengan menggunakan modified Jones model (Dechow et al.,1995). Model ini dipakai karena paling baik dalam mendeteksi rekayasa keuangan yang dilakukan manajemen dan memberikan hasil paling robust (Guay et al., 1996; Teoh et al., 1997; Rajgopal et al., 1999).

AC = Net income - Cash flows from operations

Current accruals (CA) didefinisikan sebagai perubahan dalam noncassh current assets dikurangi perubahan dalam operating current liabilities atau dihitung sebagai berikut:

CA = D(current assets-cash) - D(current liabilities-current maturity of long-term debt)

Nondiscretionary accruals (NDA) merupakan accruals yang diekspektasi dengan menggunakan modified Jones model. Expected current accruals sebuah perusahaan ditahun tertentu diestimasi dengan menggunakan cross-sectional ordinary least squere (OLS) regression terhadap current accruals dan perubahan penjualan.

Nondiscretionaty accruals (NDA) dihitung sebagai berikut:

Dimana: = Estimated intercept untuk perusahaan i pada tahun t = Slope untuk perusahaan i pada tahun t
TAI,t-1 = Total assets pada periode t-1
DSales = Perubahan penjualan
DTR = Perubahan dalam piutang dagang

Discretionary current accruals (DCA) untuk sebuah perusahaan pada tahun tertentu dihitung sebagai berikut:

Untuk menghitung discretionary dan nondiscretionary long-term accruals (DLTA dan NDLTA) , harus menghitung discretionary dan nondiscretionary total accruals (DTA dan NDTA). Discretionary total accruals (NDTA) sebuah perusahaan ditahun tertentu dihitung meregresi total accruals (AC) sebagai dependen variabel dan gross property, plant, and equipment (PPE) sebagai additional explanatory variable.

Nondiscretionary total accruals (NDTA) dihitung sebagai berikut:

Dimana: = Estimated intercept perusahaan i pada tahun t = Slope untuk perusahaan i pada tahun t
PPE = Gross property, plant, and equipment
TAI,t-1 = Total assets pada periode t-1

3. Metode Analisis
Analisis Deskripstif. Untuk mengestimasi nilai NDTAC dan NDCA dilakukan regresi terhadap nilai perubahan penjualan (change in sales), perubahan piutang dagang, dan gross property, plant, and equipment (PPE) sebagai variabel independennya. Dari nondiscretionary accruals tersebut dihitung discretionary accruals.

Uji Beda. Uji beda dilakukan terhadap nilai discretionary accruals sebelum dan sesudah diterapkannya prinsip-pinsip GCG untuk mengetahui tingkat penurunan rekayasa yang dilakukan manajemen. Untuk cut off waktu penerapan prinsip GCG digunakan tulisan dalam buku "The Essence of Good Corporate Governance" yang menyebutkan prinsip tersebut diterapkan di Indonesia sejak ditandatanganinya LOI antara Indonesia dan IMF, yaitu tahun 1998 (YPPMI & Sinergy Communication, 2002: 173). Sehingga periodesasi penerapan prinsip GCG dilakukan sebagai berikut:
1. Tahun 1996-1997 merupakan periode sebelum diterapkannya prinsip GCG.
2. Tahun 1998 dipakai sebagai cut off periode penerapan prinsip GCG.
3. Tahun 1999-2000 merupakan periode kewajiban penerapan prinsip GCG.

Hasil dan Analisis

Dengan menggunakan modified Jones model untuk memisahkan total accruals menjadi discretionary accruals dan nondiscretionary accruals. Penelitian menggunakan discretionary accruals perusahaan sampel selama lima tahun, yaitu tahun 1996 (t-2) dan 1997 (t-1) sebagai periode sebelum diterapkannya prinsip-prinsip GCG, tahun 1998 (t) sebagai tahun munculnya kewajiban penerapan prinsip GCG, serta 1999 (t+1) dan 2000 (t+2) sebagai periode kewajiban penerapan prinsip GCG. Hasil penghitungan discretionary accruals ditunjukkan di Tabel 2.

TABEL 2
Discretionary Accrual Selama Periode Pengamatan

t-2 t-1 t t+1 t+2
Mean -25009.92 -222806.60 -376456.40 -310024.20 -331029.60
Median -11836.00 -63629.00 -414736.00 -144192.50 -166891.00
Sumber: data sekunder diolah, 2002.
Tabel 3 menunjukkan nilai mean dan median discretionary accruals selama periode bernilai negatif. Hal ini merupakan indikasi bahwa rekayasa yang dilakukan manajemen bersifat income decreasing. Kondisi ini terjadi karena kemungkinan besar manajemen bersikap konservatif dalam melaporkan kinerjanya, yaitu dengan mengakui biaya masa depan (future cost) menjadi biaya sekarang (current cost) yang mengakibatkan kinerja lebih rendah dari kinerja fundamentalnya. Tabel 3 juga menunjukkan bahwa nilai discretionary accruals tahun 1996 (t-2) dan 1997 (t-1) (-25009.92 dan -222806.60) lebih tinggi dibanding dengan nilai discretionary accruals tahun 1999 (t+1) dan 2000 (t+2) (-310024.20 dan -331029.60). Penurunan nilai discretionary accruals yang mencolok ini di tahun 1999 (t+1) dan 2000 (t+2) kemungkinan besar karena pengaruh krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997. Tahun 1998 (t) mempunyai nilai discretionary accruals paling rendah, yaitu -376456.40. Hal ini terjadi karena kemungkinan besar pada tahun tersebut krisis ekonomi di Indonesia mencapai puncaknya.

GRAFIK 1
Discretionary Accrual Selama Periode Pengamatan

Sumber: data sekunder diolah, 2002.
Selanjutnya discretionary accruals akan dipecah menjadi dua, yaitu discretionary current accruals-akrual yang dihitung dari aktiva lancar-dan discretionary long-term accruals-akrual yang dihitung dari aktiva tetap. Pemecahan ini untuk mengidentifikasikan apakah rekayasa keuangan yang dilakukan terhadap aktiva lancar ataukah aktiva tetap. Hasil pemecahan ditunjukkan di Tabel 3.

TABEL 3
DCA dan DLTA Selama Periode Pengamatan

t-2 t-1 t t+1 t+2
Discretionary Cuurent Accruals (DCA)
Mean -0.0560 -0.0210 -0.0260 -0.0130 0.0106
Median 0.0000 -0.0210 -0.0110 -0.0510 0.0384
Discretionary Long-term Accruals (DLTA)
Mean -25009.92 -222806.60 -376456.40 -310024.20 -331029.60
Median -11836.00 -63629.00 -414736.00 -144192.50 -166891.00
Sumber: data sekunder diolah, 2002.
Tabel 3 menunjukkan nilai DLTA untuk semua periode pengamatan selalu lebih besar daripada nilai DCA. Hal ini mengindikasikan manajemen cenderung memilih menggunakan item yang aktiva tetap (dan aktiva jangka panjang) untuk melakukan rekayasanya. Selanjutnya uji beda (t-test) akan dilakukan terhadap nilai discretionary accruals sebelum dan sesudah penerapan prinsip good corporate governance pada tahun 1998. Nilai discreationary accruals sebelum penerapan merupakan rata-rata discretionary accruals t-2 dan t-1 (1996 dan 1997). Sedangkan nilai discretionary accruals sesudah penerapan merupakan rata-rata discretionary accruals t+1 dan t+2 (1999 dan 2000). Hasil pengujian ditunjukkan pada Tabel 4.

T ABEL 4
Uji Beda Sebelum dan Sesudah Penerapan GCG

p-value t-value
Sebelum-sesudah 0.291 -1.081
Sumber: data sekunder diolah, 2002.
Keterangan : * : Signifikan pada level 0.05 (2 sisi)
** : Signifikan pada level 0.10 (2 sisi)
Hasil pengujian terhadap discretionary accruals menunjukkan discretionary accruals sebelum dan sesudah penerapan prinsip good corporate governance tidak berbeda secara signifikan. Nilai p-value 0.291 dan t-value -1.081 mengindikasikan tidak ada perbedaan yang signifikan antara rekayasa kinerja yang dilakukan manajemen sebelum dan sesudah kewajiban penerapan prinsip GCG.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung dugaan bahwa penerapan prinsip good corporate governance (GCG) secara signifikan akan mengurangi upaya rekayasa keuangan yang dilakukan manajemen. Namun penelitian ini tidak berhasil membuktikan dugaan tersebut, karena dari hasil uji beda terbukti tidak adanya perbedaan tingkat rekayasa antara sebelum dan sesudah kewajiban penerapan prinsip tersebut, sehingga bisa disimpulkan bahwa GCG belum berhasil diterapkan di Indonesia. Hasil ini tidak konsisten dengan penelitian-penelitian terdahulu yang menguji hubungan penerapan prinsip tersebut dengan rekayasa (earnings management) yang dilakukan manajemen perusahaan, misalnya Beasly (1996), McMullen & Randghun (1996), Westphal & Zajac (1997), Abbott et al. (2000), Carcello & Neal (2000), Chtourou et al. (2001), Dezoort & Salterio (2001). Selain hasil tersebut, hal menarik yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu (1) manajemen memilih menggunakan item aktiva tetap dan jangka panjang sebagai dasar rekayasa keuangan dan (2) manajemen menggunakan earnings management berpola income decreasing (penurunan laba) untuk melakukan rekayasanya yang diindikasikan dari nilai discretionary accruals yang negatif. Sedangkan setelah tahun 1998, income decreasing yang terjadi kemungkinan besar juga dipengaruhi oleh krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1997-an.
Daftar Pustaka

Abbott. L.J., S. Parker, dan G.F. Peters, 2000, "The Effectiveness of Bluer Ribbon Committee Recommendations in Mitigating Financial Misstatement: An Empirical Studi", Working paper.

Beasly, C., M. Defond, J. Jiambalvo, dan K.R. Subramanyam, 1998, " The Effect of Audit on The Quality of Earnings Management", Contemporary Accounting Research, 15 (Spring).

Beneish, Messod D., 2001, "Earnings Management: A Perspective", Working paper, April.

Carcello, J.V. dan T.L. Neal, 2000, "Audit Committee Characteristics and Auditor Reporting", The Accounting Review, 75 (Oktober)

Chtourou, Sonda Marrakchi, Jean Bedard, dan Lucie Courteau, 2001, "Corporate Governance and Earnings Management", Working paper, April.

Chambers, Dennis J., 1999, "Earnings management and Capital Market Misallocation", Working paper, Desember.

DeFond, Mark L., dan James Jiambalvo, 1994, "Debt Covenant Violation and Manipulation of Accruals", Journal of Accounting and Economics, 17.

Dechow, Patricia M., Richard G. Sloan dan Amy P. Sweeny, 1995, "Detecting Earnings Management", The Accounting Review, 7(2), April.

Dechow, Patricia M., 1994, "Accounting Earnings and Cash Flows as Measures of Firm Performance: The Role of Accounting Accruals", Journal of Accounting and Economics, (18).

Dezoort, F.T. dan S. Salterio, 2002, " The Effects of Corporate Governance Experience and Financial Reporting and Audit Knowledge on Audit Committee Members' Judgments", Auditing: A Journal of Practice & Theory, 21 (Fall): Forthcoming.

Friedlan, J., 1994, "Accounting Choices by Issuers of Initial Public Offerings", Comtemporery Accounting Research, Summer.

Hall, Steven C., dan William W. Stammerjohan, 1997, "Damage Awards and Earnings Management in The Oil Industry", The Accounting Review, 72 (1), Januari .

Healy, Paul M., dan James M. Wahlen, 1998, "A Review of the Earnings Management Literature and Its Implications for Standard Setting", Working paper.

Kim, Jeong Bong, I. Krisky dan J.Lee, 1993, "Motives for Going Public and Underpricing: New Findings From Korea", Journal of Business Financial and Accounting, 20(2), Januari.

Luhukay, Jos, 2002, "Tata Pamong dan Nilai Perusahaan", Warta Ekonomi, No. 21/XIV/2 September.

Mayangsari, Sekar, dan Murtanto, 2002, "Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Pembentukan Komite Audit", Proceeding Simposium Surviving Strategies to Cope With the Future, Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

McCulloch, Brian W., 1998, "Relation Among Component of Accruals Under Earnings Management", Working paper, September.

McMullen, D. A. dan K. Raghundan, 1996, "Enhancing Audit Committee Effectiveness", Journal of Accountancy, 182 (Agustus).

Morris, Richard D., 1987, "Signalling, Agency Theory and Accounting Policy Choice", Accounting and Business Research, Vol.18, No.69.

Perry, Susan E, dan Thomas H. William, 1994, "Earning Management Preceding Management Buyout Offers", Journal of Accounting and Economics, 18.

Rafick, Ishak, 2002, "Menggugat Fungsi Komisaris Independen", SWA, No.15/XVII/15 Juli-7 Agustus.

Richardson, Vernon J., 1998, "Information Asymmetry ans Earnings Management: Some Evidence", Working paper, 30 Maret.

Ritter, Jay R., 1991, "The Long-run Performance of Initial Public Offering", Journal of Finance, XLVI (1).

Simanjuntak, Djisman S., 1999, "An Inquiry Into the Nature, Causes and Consequences of the Indonesian Crisis", Journal of the Asia-Pasific Economy, Vol.4 No.1.

Simanjuntak, Djisman S., 2002, "Good Corporate Governance in Post-crisis Indonesia: Initial Conditions, Windows of Opportunity and Reform Agenda", Working paper.

Sulistyanto, H. Sri, dan Rika Lidyah, 2002, "Good Governance: Antara Idealisme dan Kenyataan", MODUS, Vol.14 (1), Februari.

Sulistyanto, H. Sri, 2002, "Analisis Manajemen Laba Pada Saat Initial Public Offerings: Indikasi Sikap Oportunistik Manajemen", Tesis, Program Pasca Sarjana UGM.

Sulistyanto, H. Sri, dan Meniek S. Prapti, 2003, "Good Corporate Governance: Bisakah Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat, EKOBIS, Vol.4/No.4/Januari.

Teoh, Siew Hong, T.J. Wong, Gita R. Rao, 1997, "Are Accruals During An Initial Public Offering Opportunististic?", Working paper, Juli.

The Business Roundtables (BRT), 2002, "Principles of Corporate Governance", A white paper, Mei.

Sweeney, Amy Patricia, 1994, "Debt-covenant Violations and Managers Accounting Responses", Journal of Accounting and Economics, 17.

Warta Ekonomi, No. 21/XIV/2 September 2002.

Wright, D.W., 1996, "Evidence on The Relation Between Corporate Governance Characteristics and The Quality of Financial Reporting", Working paper.

Jumat, 09 April 2010

Juventini Siap Melakukan Protes

Juventini Siap Melakukan Protes

Juventini, para supporter Juventus siap melancarkan protes ganda. Yang pertama menyangkut penampilan buruk Juventus, yang kedua terkait dengan kemungkinan mereka tidak bisa dating langsung ke stadion untuk mendukung tim kesayangan mereka dalam pertandingan besar antara Juventus melawan Inter Milan yang dikenal dengan nama Derby d'Italia pada 16 April mendatang.

Penampilan Juventus tengah menurun, di lima partai Seri A terakhir, pasukan kuda Zebra cuma mampu sekali menang yaitu ketika menghadapi Atalanta (28/3/2010). Sisanya adalah sekali imbang dan tiga kali kalah. Hasil teraktual adalah kekalahan telak 0-3 dari Udinese, kondisi itu membuat Juventus harus puas menempati papan tengah klasemen sementara Seri A.

Dalam laga melawan Cagliari akhir pekan nanti, kelompok suporter ultras siap untuk melakukan protes dengan mengosongkan tribun (curva) di mana biasa mereka tempati. Mereka juga menyerukan kepada pendukung lainnya untuk tidak menyaksikan pertandingan itu. Ini merupakan protes terhadap "kehancuran sebuah klub dengan sejarah besar oleh orang-orang yang tidak pantas mengelola Juventus," demikian diberitakan Football-Italia. Protes kedua dilakukan menyusul kemungkinan mereka tidak bisa mendampingi Juventus ketika melawat ke markas Inter Milan pada 16 April.

Cesc Fabregas Absen Sampai Akhir Musim

Cesc Fabregas Absen Sampai Akhir Musim

Arsenal tengah harap-harap cemas, pasalnya mereka kemungkinan kehilangan kapten tim sekaligus nyawa permainan Arsenal Cesc Fabregas hingga akhir musim. Pemain asal Spanyol itu diprediksi tidak bias tampil sampai akhir kompetisi Premier League musim 2009/2010.
Fabregas mengalami cedera ketika tampil dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions melawan Barcelona. Dalam pertandingan itu, Fabregas mengalami cedera di akhir pertandingan akibat berbenturan dengan kapten Barcelona Carles Puyol.
Bila apa yang prediksi itu benar terjadi, maka perjuangan The Gunners untuk bersaing dengan Manchaster United dan Chelsea untuk memperebutkan gelas juara bakal semakin berat. Pasalnya mereka juga sudah ditinggalkan oleh beberapa pemain kuncinya seperti Wiliam Gallas dan Arshavin.

Minggu, 04 April 2010

Si “Nyonya Tua” Menyedihkan

Si “Nyonya Tua” Menyedihkan

Sebagai tim papan atas Italia dan Eropa sangat menyedihkan melihat penempilan Juventus musim 2009/2010, tidak satu pun gelar yang dapat mereka peroleh. Di ajang bergengsi Liga Champion mereka harus pergi setelah gagal di fase penyisihan karena kalah bersaing dengan Bordoeux ( Prancis ) dan Bayer Munchen ( jerman ).
Sama seperti di Liga Champion prestasi juventus di ajang domestik pun sangat buruk, pada awal musim penampilan Juventus sangat meyakinkan tapi penampilan mereka di paruh musim mulai menurun dan sampai pekan ke 31 mereka hanya mampu menempati posisi ke 7. Dari hasil 31 kali petandingan mereka hanya memperoleh hasil 14 kali menang, 6 kali seri dan 11 kali menelan kekalahan dengan poin 48 terpaut 18 poin dari pimpinan klasemen sementara Inter Milan dan terpaut 17 poin dari peringkat ke2 AS Roma.
Dengan poin yang mereka kumpulkan sekarang sudah menutup kemungkinan untuk Juventus untuk bersaing dengan Inter Milan memperebutkan gelar juara, Musim ini mereka hanya menargetkan finis diposisi 4 klasemen akhir agar tetap bias tampil diajang Liga Champion taun depan.

Selasa, 30 Maret 2010

Pertandingan Sepak bola Kembali Rusuh

Pertandingan Sepak bola Kembali Rusuh


Dalam pertandingan lanjutan Liga Joss Indonesia Divisi Utama 2009/2010 antara Persiraja Banda Aceh dengan PSAP Sigli berakhir ricuh, pihak panitia pelaksana pertandingan terpaksa menghentikan pertandingan pada menit 80 dengan skor 0-0.
Ketegangan berawal ketika wasit pemimpin pertandingan mengeluarkan kartu merah kepada pemain belakang PSAP Sigli karena mengganjal stiker Persiraja. Pada awalnya wasit mengeluarkan kartu kuning, namun akibat tindakan dari pemain PSAP itu menyebabkan pemain Persiraja cedera dan harus ditandu keluar lapangan, wasit terpaksa mengeluarkan kartu merah.
Keragu-raguan dari wasit tersebut yang menyulut tindakan anarki dari sporter PSAP Sigli, Dua orang terluka akibat saling lempar benda keras antar supporter kedua tim meski kerusuhan dapat dihentikan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan pertandingan.

Lionel Messi bocah ajaib dari Argentina

Lionel Messi bocah ajaib dari Argentina


Pemuda berusia 22 tahun sering disebut bocah ajaib, pasalnya diusianya yang masih muda berhasil mengantarkan Barselona klub yang dia bela saat ini merah 5 gelar yaitu juara liga Spanyol, Piala Raja Spanyol, Piala Super Spanyol, Liga Champion dan PIala Dunia antar klub. Tidak hanya menyumbangkan gelar untuk klub, tapi dia pun banyak memperoleh gelar pribadinya diantaranya dia menyabet gelar pemain terbaik Eropa dan yang terbaru dia dinobatkan sebagai pemain terbaik 2110.
Banyak orang juga yang menyebut Lionel Messi sebagai penerus bakat Diego Maradona pemain legendaris Dunia, oerang menyebutnya seperti itu selain mereka sama-sama berasal dari argentina, postur tubuhnya pun sama mereka mempunyai postur tubuh yang pendek untuk standar pemain Eropa dan gaya permainan keduanya pun hamper serupa mempunyai gocekan maut dan tendangan yang akurat. Sehingga bukan hal yang sulit bagi dia untuk mencetak gol.
Mesi membuktikan postur tubuh yang pendek tidak menjadi masalah untuk bisa berprestasi di Eropa bahkan di Dunia.

Presiden Mengeluarkan Lima Dekrit untuk Sepak Bola Nasional

Presiden Mengeluarkan Lima Dekrit untuk Sepak Bola Nasional


Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) sangat memperhatikan kemajuan sepak bola nasional, itu terlihat dari dikkeluarkanya Lima Dekrit dalam pembukaan pidato Kongres Sepak bola Nasional ( KSN ) yang digelar di Malang, dekrit tersebut diharapkan dapat bisa menjadi pelecut semangat dalam KSN. Berikut isi dari Lima Dekrit tersebut :
1. Sepak bola Indonesia dan mampu berbicara di Asia dan Dunia
2. Semua pihak harus bersatu jangan ada pertengkaran agar sepak bola Indonesia maju
3. Evaluasi sepak bola Indonesia yang sudah baik teruskan dan yang jelek perbaiki
4. Membantu PSSI agar berhasil di masa mendatang
5. Lima tahun lagi juara ASEAN, 10 tahun kagi juara Asian, dan 15 tahun kedepan berpartisipasi di Piala Dunia.

KSN ( Konfrensi Sepak bola Nasional ) dapat memperbaiki sepak bola nasional

KSN ( Konfrensi Sepak bola Nasional ) dapat memperbaiki sepak bola nasional


Sebagai masyarakat awam pecinta sepak bola nasional sangat mengharapkan KSN yang akan digelar nanti menjadi awal perubahan di kubu PSSI, karena dalam pengurusan PSSI yang sekarang banyak sekali kasus-kasus yang harus dibenahi seperti kasus bentrokan antar supporter, pertandingan yang harus ditunda karena tidak ada izin sari kepolisian, dan yang paling baru kasus mafia wasit.
Semoga KSN nanti dapat menghasilkan keputusan yang terbaik agar sepak bola Indonesia dapat melakukan revolusi sesegera mungkin, tidak hanya kepengurusan PSSI melainkan juga system kompetisi agar dapat membentuk timnas yang dapat berbicara banyak di ajang internasional, dan juga kasus-kasus yang belum dapat diselesaikan dapat diselesaikan.

PERLUKAH PERENCANAAN STRATEGIK DALAM SUATU PERUSAHAAN?

PERLUKAH PERENCANAAN STRATEGIK DALAM SUATU PERUSAHAAN?

Menurut pendapat saya perencanaan stategik sangat penting untuk diterapkan di dalam suatu perusahan karena perencanaan strategis adalah upaya yang didisplinkan untuk membuat keputusan dan tindakan penting yang membentuk dan memandu bagaimana menjadi organisasi (atau entitas lainnya), apa yang dikerjakan organisasi (atau entitas lainnya), dan mengapa melakukan apa yang dikerjakannya itu. Selain itu perencanaan strategis adalah upaya pengumpulan informasi secara luas, eksplorasi alternative, dan menekankan implikasi masa depan keputusan sekarang.
Sehingga sangat penting menerapkan perencanaan strategic dalam suatu perusahaan, suatu perusahaan dapat mengumpulkan informasi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan tersebut sebelum mengambil keputusan.

Senin, 29 Maret 2010

PERSIKABO Kabupaten Bogor

PERSIKABO Kabupaten Bogor

 

 

            PERSIKABO ( Persatuan Sapak bola Indonesia Kabupaten Bogor ) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Cibinong, Kabupaten Bogor. PERSIKABO mempunyai julukan Laskar Pajajaran dan mempunyai suporter fanatik yang benama KABOMANIA, saat ini PERSIKABO bermain di Liga Joss Indonesia dan sedang berjuang untuk masuk Liga Super Indonesia. Saat ini klub kebanggaan masyarakat kota Bogor memang belum berprestasi banyak tapi dengan pemain yang lebih berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumya PERSIKABO berharap dapat berbicara banyak di kancah sepakbola Indonesia dan menjadi salah satu klub sepak bola yang disegani di Indonesia.

Bogor kota hijau

Bogor kota hijau adalah julukan baru bagi kota Bogor, bukan hijau karna banyak tanaman yang tumbuh di kota Bogor tapi karna saking banyaknya jumlah angkutan kota di kota bogor yang mayoritas dari angkutan kota itu berwarna hijau, angkutan kota atau sering kita sebut angkot memang menjadi alat transportasi yang utama di kota Bogor.

Karena semakin meningkat jumlah anggkot ini menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat kota Bogor, angkot sering sekali menjadi penyebab kemacetan karna banyak supir angkot yang semaunya menaikan, menurunkan penumpang semaunya dan para supir angkot pula sering mangkal ditempat-tempat yang tak seharusnya mereka mangkal, selain masalah kemacetan tidak jarang juga angkot menjadi salah satu penyebab kecelakaan di kota Bogor karena banyak supir angkot yang ugal-ugalan.

GAMAGUDABO

GAMAGUDABO

 

Pada awal berdirinya berdirinya bernama HIMASABO ( Himpunan Mahasiswa Bogor ) yang anggotanya terdiri dari berbagai Universitas yang letak kampusnya dilewati oleh jalur kereta api antara Bogor sampai Jakarta, organisasi ini dibentuk selain dapat memperbanyak teman tapi juga agar setiap anggotanya bisa saling melindungi karna sering terjadi tindakan kriminal di dalam kereta.

Tapi seiring berjalanya waktu HIMASABO bubar, dan mahasiswa GUNADARMA membentuk sendiri organisasi dengan nama GAMAGUDABO ( Gabungan Mahasiswa Gunadarma Bogor ) yang masih bertahan sampai sekarang.

GAMAGUDABO sediri tidak hanya organisasi yang cuma sekedar nongkrong-nongkrong yang tidak ada manfaatnya,tapi organisasi ini juga memiliki berbagai kegiatan lainya sepeti GC ( GAMAGUDABO CUP ) dan GJ ( GAMAGUDABO JAMBAKSOS ) yang rutin dilakukan setiap tahunya, GC adalah kompetisi futsall antar SMA dan SMP sekota Bogor yang memperebutkan piala bergilir GAMAGUDABO, hasil keuntungan dari turnamen tersebut seluruhnya digunakan untuk amal yang di lakukan pada acara GJ, pada GJ selain dipergunakan untuk acara amal pada acara ini juga di gunakan untuk acara pelantikan bagi anggota baru GAMAGUDABO.

Jumat, 12 Maret 2010

PENGERTIAN VISA DAN MISI

1. Misi : misi adalah suatu tujuan yang ingin dicapai atau sering di sebut juga cita-cita.

2. Visi : visi adalah jalan atau cara yang ditempuh untuk mencapai misi tersebut.


CONTOH VISI DAN MISI SUATU PERUSAHAAN
1. BENTOEL GROUP
VISI

Menjadi perusahaan besar yang terpandang, menguntungkan dan memiliki peran dominan dalam industri rokok domestik.

MISI

Menyediakan produk-produk inovatif bermutu tinggi yang memenuhi, bahkan melebihi harapan konsumen sekaligus memberikan manfaat bagi semua Stakeholder.

2. JASA RAHARJA
VISI
Menjadi perusahaan terkemuka di bidang Asuransi dengan mengutamakan penyelenggaraan program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
MISI
Catur Bakti Ekakarsa Jasa Raharja
• Bakti kepada Masyarakat, dengan mengutamakan perlindungan dasar dan pelayanan prima sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
• Bakti kepada Negara, dengan mewujudkan kinerja terbaik sebagai penyelenggara Program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib, serta Badan Usaha Milik Negara.
• Bakti kepada Perusahaan, dengan mewujudkan keseimbangan kepentingan agar produktivitas dapat tercapai secara optimal demi kesinambungan Perusahaan.
• Bakti kepada Lingkungan, dengan memberdayakan potensi sumber daya bagi keseimbangan dan kelestarian lingkungan.
3. PT Jalantol LIngkarluar Jakarta

VISI
Menjadi perusahaan yang terpercaya, dalam menjalankan usaha dibidang pengoperasian jalan tol dan jasa konsultansi jalan tol.
MISI
• Mengelola perusahaan secara profesional, terbuka dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku untuk menghasilkan kinerja yang ekselen
• Meningkatkan nilai tambah dan kinerja finansial perusahaan dengan memperhatikan efisiensi biaya dan efektifitas program
• Memberikan jasa pengoperasian jalan tol yang bermutu tinggi, untuk memenuhi kelancaran, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol dengan meminimalkan risiko keselamatan dan kesehatan tenaga kerja
• Memberikan jasa konsultansi yang berkualitas, tepat biaya, tepat mutu dan tepat waktu.
• Melakukan perbaikan berkesinambungan di semua aspek dengan mengedepankan pembelajaran tenaga kerja dan pembelajaran organisasi, dalam rangka membangun perusahaan yang tumbuh dan berkembang.